AMALAN SEUMUR HIDUP . RAHASIA AGUNG ZIKIR TAUBAT NABI YUNUS.
“LaA ilaha illa anta, Subhanaka, inni kuntu minaz zhalimin.”
Dan (sebutkanlah peristiwa) Zun-Nun, ketika ia pergi (meninggalkan kaumnya) dalam keadaan marah, yang menyebabkan ia menyangka bahawa Kami tidak akan mengenakannya kesusahan atau cubaan(ujian) kepadanya;
Kemudian (setelah berlaku kepadanya apa yang berlaku) maka dia pun menyeru dalam keadaan yang gelap-gelita dengan berkata:
Dan (sebutkanlah peristiwa) Zun-Nun, ketika ia pergi (meninggalkan kaumnya) dalam keadaan marah, yang menyebabkan ia menyangka bahawa Kami tidak akan mengenakannya kesusahan atau cubaan(ujian) kepadanya;
Kemudian (setelah berlaku kepadanya apa yang berlaku) maka dia pun menyeru dalam keadaan yang gelap-gelita dengan berkata:
"Sesungguhnya tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya kpd hambanya. (tolongkanlah daku)Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri”.
Sesudah itu Allah limpahkan karunianya berupa pertolongan.Firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya’ ayat 88 yang bermaksud,Nabi Yunus pun telah dicampak keluar daripada perut ikan ke daerah yang tandus
“Maka Kami kabulkan permohonan doanya, dan Kami selamatkan dia dari kesusahan yang menyelubunginya; dan sebagaimana Kami menyelamatkannya demikian juga Kami akan selamatkan orang-orang yang beriman (ketika mereka merayu kepada Kami)."
“Maka Kami kabulkan permohonan doanya, dan Kami selamatkan dia dari kesusahan yang menyelubunginya; dan sebagaimana Kami menyelamatkannya demikian juga Kami akan selamatkan orang-orang yang beriman (ketika mereka merayu kepada Kami)."
Tasbih yang diucapkan oleh Nabi Yunus a.s. itu diterima oleh Allah sebagai salah satu daripada kekuatan dan perkenan-Nya untuk mengeluarkan Baginda daripada perut ikan Nun itu.
dan Sekiranya tiadalah Nabi Yunus itu untuk mengingati Allah dengan zikir dan tasbih, tentu tidak akan terselamat dirinya daripada UJIAN itu.
“Maka kalaulah dia bukan dari orang-orang yang sentiasa mengingati Allah (dengan zikir dan tasbih), tentulah dia (Nabi Yunus) akan tinggal di dalam perut ikan itu hingga ke hari manusia dibangkitkan keluar dari kubur.”
Kesulitan(musibah) apa yang diderita Yunus AS, sebagai teguran kasih sayang Allah kepadanya?. “Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. “
ALLAH SENANTIASA MEMBERIKANKAN TEGURANNYA SUPAYA KEMBALI PADANYA.BKN KERANA KITA MAHU,BKN KERANA KITA LAYAK. ADAKAH ANDA KeNAL TUHAN YG KSH SYG MELEBIHI SELAIN ALLAH.
Kesulitan(musibah) apa yang diderita Yunus AS, sebagai teguran kasih sayang Allah kepadanya?. “Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. “
ALLAH SENANTIASA MEMBERIKANKAN TEGURANNYA SUPAYA KEMBALI PADANYA.BKN KERANA KITA MAHU,BKN KERANA KITA LAYAK. ADAKAH ANDA KeNAL TUHAN YG KSH SYG MELEBIHI SELAIN ALLAH.
Apakah rahsia di sebalik doa “La ilaha illa anta, Subhanaka, inni kuntu minaz zhalimin” yang secara zahirnya seperti ringan disebut, mudah dihafal? Bagaimana mungkin satu doa seperti ini dapat menyelematkan seseorang daripada musibah yang amat besar, sebesar ditelan oleh ikan paus??MasyaAllah
Adakah doa ini khusus untuk Nabi Yunus atau umum untuk semua orang mukmin?
Demikianlah beberapa rahsia dan misteri yang ingin saya kongsikan seterusnya.
Demikianlah beberapa rahsia dan misteri yang ingin saya kongsikan seterusnya.
Rahsia 1:
Rahsia pertama, perhatikan bahawa doa ini dibuka dengan kalimah tauhid “Tiada Tuhan melainkan Allah”. Kalimah tauhid tidak sekadar bermaksud tiada tuhan yang berhak aku sembah melainkan Allah, tetapi dalam konteks ini juga bermaksud tiada tuhan yang patut aku mengadu,memberi rezeki,petunjuk,penyakit&kesembuhan.menciptakan daku,yg aku mengharapkan keampunan dan menghajatkan sesuatu melainkan Allah.
Rahsia pertama, perhatikan bahawa doa ini dibuka dengan kalimah tauhid “Tiada Tuhan melainkan Allah”. Kalimah tauhid tidak sekadar bermaksud tiada tuhan yang berhak aku sembah melainkan Allah, tetapi dalam konteks ini juga bermaksud tiada tuhan yang patut aku mengadu,memberi rezeki,petunjuk,penyakit&kesembuhan.menciptakan daku,yg aku mengharapkan keampunan dan menghajatkan sesuatu melainkan Allah.
Pembukaan seperti ini membuktikan kemantapan dan ketulenan tauhid Nabi Yunus di mana beliau tidak mengadu, merungut dan berharap kepada sesiapa dan apa jua melainkan kepada Allah sahaja.beliau juga tidak memandai mandai mencari jalan keluar dari perut ikan.
Ini merupakan manhaj para Rasul dan Nabi yang mesti kita ikuti. Perhatikan – sebagai contoh lain – sikap Nabi Ayyub ketika beliau ditimpa penyakit. Beliau pertamanya tidak mengadu kepada para doktor atau selainnya, tetapi mengadu kepada Allah terlebih dahulu:
Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ayyub, ketika dia berdoa merayu kepada Tuhannya dengan berkata: “Sesungguhnya aku ditimpa penyakit, sedang Engkaulah sahaja yang lebih mengasihani daripada segala (yang lain) yang mengasihani.” [al-Anbiya 21:83]
Kemudian Allahlah jua akan tuntun kita ubat apa yg sesuai utk kita.doc mana yg benar2 diberi ilmu tntang penyakit kita.
Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ayyub, ketika dia berdoa merayu kepada Tuhannya dengan berkata: “Sesungguhnya aku ditimpa penyakit, sedang Engkaulah sahaja yang lebih mengasihani daripada segala (yang lain) yang mengasihani.” [al-Anbiya 21:83]
Kemudian Allahlah jua akan tuntun kita ubat apa yg sesuai utk kita.doc mana yg benar2 diberi ilmu tntang penyakit kita.
Rahsia 2:
Seterusnya Nabi Yunus mengucapkan: Mensucikan Allah“Maha Suci Engkau (ya Allah)”, bererti beliau mensucikan Allah dari sebarang bentuk kezaliman atau penganiayaan. Lebih mendalam,beliau tidak berburuk sangka kepada Allah. Nabi Yunus menyucikan Allah bahawa apa yang menimpanya saat itu (ditelan oleh ikan paus) bukanlah merupakan satu bentuk penganiayaan atau kekejaman oleh Allah ke atas dirinya.kerana nabi yunus tahu Allah bukan jenis bersifat zalim.
Penyucian ini penting ditegaskan kerana kadangkala apabila ditimpa kesusahan, kita marah atau menyalahkan Allah kerana.menyusahkan hidup kita. Malah kita menuduh Allah sebagai konon sengaja menganiaya diri kita. Maha Suci Allah dari menganiaya manusia, tetapi manusialah yang menganiaya diri mereka sendiri:
“Dan tiadalah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” [al-Nahl 16:118]
'Āli `Imrān:108 - Dan (ingatlah), Allah tidak berkehendak melakukan kezaliman kepada sekalian makhlukNya.
Wa mallaaHu yuriidu dhulmal lil ‘aalamiin (“Dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.”) Maksud-nya, Allah tidak berbuat zhalim terhadap mereka, bahkan Dia bertindak bijaksana dan adil yang tidak menyimpang, karena Dia berkuasa atas segala sesuatu, yang Mahamengetahui atas segala sesuatu, sehingga dengan demikian itu Dia tidak perlu berbuat zhalim terhadap hamba-hamba-Nya. Oleh karena Dia berfirman: wa lillaaHi maa fis samaawaati wa maa fil ardli (“Kepunyaan Allah segala itu, yang ada di langit dan di bumi.”) Semuanya itu adalah kepunyaan-Nya dan menjadi hamba-Nya.
Allah tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Ali Imran: 117)
Wa lillaaHi turja’ul ‘umuur (“Dan kepada Allah dikembalikan segala urusan.”) Artinya, Dialah pengambil keputusan yang mengendalikan apa yang ada di dunia dan di akhirat.
Al-'A`rāf:56 - Dan janganlah kamu berbuat kerosakan di bumi sesudah Allah menyediakan segala yang membawa kebaikan padanya, dan berdoalah kepadaNya dengan perasaan bimbang (kalau-kalau tidak diterima) dan juga dengan perasaan terlalu mengharapkan (supaya makbul). Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang memperbaiki amalannya.
Alhamdulillah masih sebatas ujian.bukan semacam azab dan hukuman.Kerana jika mengikut sistem adil yg bersalah mesti dihukum.tetapi Allah memaafkan yg cukup banyak...
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkn kesalahanmu
Yakni betapapun kamu, hai manusia, tertimpa musibah, sesungguhnya itu hanyalah dari Allah.oleh karena oleh keburukan kalian sendiri yang terdahulu.
“Dan tiadalah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” [al-Nahl 16:118]
'Āli `Imrān:108 - Dan (ingatlah), Allah tidak berkehendak melakukan kezaliman kepada sekalian makhlukNya.
Wa mallaaHu yuriidu dhulmal lil ‘aalamiin (“Dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.”) Maksud-nya, Allah tidak berbuat zhalim terhadap mereka, bahkan Dia bertindak bijaksana dan adil yang tidak menyimpang, karena Dia berkuasa atas segala sesuatu, yang Mahamengetahui atas segala sesuatu, sehingga dengan demikian itu Dia tidak perlu berbuat zhalim terhadap hamba-hamba-Nya. Oleh karena Dia berfirman: wa lillaaHi maa fis samaawaati wa maa fil ardli (“Kepunyaan Allah segala itu, yang ada di langit dan di bumi.”) Semuanya itu adalah kepunyaan-Nya dan menjadi hamba-Nya.
Allah tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Ali Imran: 117)
Wa lillaaHi turja’ul ‘umuur (“Dan kepada Allah dikembalikan segala urusan.”) Artinya, Dialah pengambil keputusan yang mengendalikan apa yang ada di dunia dan di akhirat.
Al-'A`rāf:56 - Dan janganlah kamu berbuat kerosakan di bumi sesudah Allah menyediakan segala yang membawa kebaikan padanya, dan berdoalah kepadaNya dengan perasaan bimbang (kalau-kalau tidak diterima) dan juga dengan perasaan terlalu mengharapkan (supaya makbul). Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang memperbaiki amalannya.
Alhamdulillah masih sebatas ujian.bukan semacam azab dan hukuman.Kerana jika mengikut sistem adil yg bersalah mesti dihukum.tetapi Allah memaafkan yg cukup banyak...
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkn kesalahanmu
Yakni betapapun kamu, hai manusia, tertimpa musibah, sesungguhnya itu hanyalah dari Allah.oleh karena oleh keburukan kalian sendiri yang terdahulu.
Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (Asy-Syura: 30)
Jika mahu mengikut sistem adil,Selayaknya setiap dosa itu akan diazab.bukan diberi maaf.
“Dan (sebutkanlah peristiwa) Zun-Nun, ketika ia pergi (meninggalkan kaumnya) dalam keadaan marah, yang menyebabkan ia menyangka bahawa Kami tidak akan mengenakannya kesusahan atau cubaan(ujian);
Jika mahu mengikut sistem adil,Selayaknya setiap dosa itu akan diazab.bukan diberi maaf.
“Dan (sebutkanlah peristiwa) Zun-Nun, ketika ia pergi (meninggalkan kaumnya) dalam keadaan marah, yang menyebabkan ia menyangka bahawa Kami tidak akan mengenakannya kesusahan atau cubaan(ujian);
Maksudnya, keburukan-keburukanmu. Maka Dia tidak membalaskannya terhadap kalian, bahkan Dia memaafkannya. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan setiap dosa mereka, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun. (Fathir: 45).
'
Āli `Imrān:182 - (Azab seksa) yang demikian itu ialah disebabkan perbuatan yang - telah dilakukan oleh tangan kamu sendiri. Dan (ingatlah), sesungguhnya Allah tidak sekali-kali berlaku zalim kepada hamba-hambanya."
Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan setiap dosa mereka, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun. (Fathir: 45).
'
Āli `Imrān:182 - (Azab seksa) yang demikian itu ialah disebabkan perbuatan yang - telah dilakukan oleh tangan kamu sendiri. Dan (ingatlah), sesungguhnya Allah tidak sekali-kali berlaku zalim kepada hamba-hambanya."
Rahsia 3:
Tanpa keberatan, tanpa alasan yang ber-lapik, Nabi Yunus terus mengaku kesalahannya dengan berkata: “Sesungguhnya aku adalah daripada orang-orang yang menganiaya diri sendiri.” Nabi Yunus tidak terus meminta ampun kepada Allah, sebaliknya memilih cara yang lebih lembut, beradab lagi merendah diri, yakni dengan mengakui kesalahan dirinya sendiri.
Selain itu Nabi Yunus sedar bahawa kesusahan yang menimpanya saat itu, iaitu ditelan oleh ikan paus, merupakan kesan daripada kesalahan dirinya sendiri yang melarikan diri dari tugas dakwah yang Allah amanahkan kepadanya.
Merupakan sesuatu yang sedia dimaklumi bahawa salah satu faktor seseorang itu ditimpa kesusahan dan kesulitan ialah kerana dosa-dosa hasil dari kesalahan yang pernah dia lakukan sendiri. Allah menyatakan hakikat ini:
“Dan apa jua yang menimpa kamu dari sesuatu kesusahan, maka ia adalah disebabkan apa yang kamu lakukan (dari perbuatan-perbuatan yang salah dan berdosa) dan (dalam pada itu) Allah memaafkan sebahagian besar dari dosa-dosa kamu(memadam dosa kamu itu).” [al-Shura 42:30]
Demikianlah tiga rahsia di sebalik kemujaraban doa Nabi Yunus. Ia bukan sekadar ucapan yang ringan di mulut lagi mudah dihafal, tetapi ucapan yang memantapkan tauhid, mensucikan Allah dan mengakui kesalahan diri sendiri sekaligus meraih kasih sayang dan rahmat Allah.
Marilah kita sama-sama mengamalkannya ketika susah dan senang sambil memerhatikan rahsia-rahsia di sebaliknya.Kerana barangsiapa yg mengingati Allah pada waktu dia senang dan lapang.nescaya Allah akan menolongnya ketika waktu dia dalam kesusahan.(hadis rasulullah)
Merupakan sesuatu yang sedia dimaklumi bahawa salah satu faktor seseorang itu ditimpa kesusahan dan kesulitan ialah kerana dosa-dosa hasil dari kesalahan yang pernah dia lakukan sendiri. Allah menyatakan hakikat ini:
“Dan apa jua yang menimpa kamu dari sesuatu kesusahan, maka ia adalah disebabkan apa yang kamu lakukan (dari perbuatan-perbuatan yang salah dan berdosa) dan (dalam pada itu) Allah memaafkan sebahagian besar dari dosa-dosa kamu(memadam dosa kamu itu).” [al-Shura 42:30]
Demikianlah tiga rahsia di sebalik kemujaraban doa Nabi Yunus. Ia bukan sekadar ucapan yang ringan di mulut lagi mudah dihafal, tetapi ucapan yang memantapkan tauhid, mensucikan Allah dan mengakui kesalahan diri sendiri sekaligus meraih kasih sayang dan rahmat Allah.
Marilah kita sama-sama mengamalkannya ketika susah dan senang sambil memerhatikan rahsia-rahsia di sebaliknya.Kerana barangsiapa yg mengingati Allah pada waktu dia senang dan lapang.nescaya Allah akan menolongnya ketika waktu dia dalam kesusahan.(hadis rasulullah)
Sekian,hidup ini mudah saudaraku.semua contoh telah diberikan dari kitab dan pelajaran umat terdahulu.tugas kita hanyalah mengambil pelajaran, semoga memberi manfaat.